Awalnya mau liat2 aja,.. iseng browsing ke toko-toko sepatu yang ada di Pasar baru, tak disangka tiba pada kesimpulan bahwa:
Pasar baru is surga untuk belanja sepatu! *seriously*
terutama flat-shoes.. dan desain sepatu yang dept. store kayanya gak berani keluarin, atau kurang tanggap untuk bikin.. beberapa agak sedikit novel *yg mana perfect buat statement shoes*
harganya pun lebih ramah dibanding dept. store. downsidenya cuma banyak ukurannya yg habis. Seperti yang aku alami kemarin,.. menaksir 10 sepatu tapi tak satupun tersedia dalam ukuran 38/39 *OMG, did everybody but me knew about these shoe-shop?* kebanyakan yang available selalu dengan nomor 36.
akhirnya pulang dengan tangan hampa.
Besoknya keliling melawai bersama shoegal,.. bosen liat kaos-sejuta-umat, iseng masuk toko sepatu Holywood *serius namanya hollywood* di melawai, dan ooo my... this place is Killer! Harga sepatunya memang agak mahal untuk ukuran melawai, tapi memang desain sepatu2nya brilian,... beberapa bahkan GENUINE LEATHER! Menurut enci-nya mereka buatan korea. setelah mencoba kira2 separuh model sepatu yang ada di toko Hollywood akhirnya jatuh hati sama sepatu item dengan hak 10 cm yang desainnya jenius... cukup simple namun juga edgy, dan menurut Shoegal akan membuat Ashley olsen bangga.
*lagipula setelah insiden di pasar baru kemarin aku merasa bahwa memang aku tidak dimaksudkan untuk 10 sepatu tersebut, karena Tuhan mau kasih sepatu ini* di tambah gara-gara shoegal ngaku artis sulap dan enci-encinya ngotot, kalo kita artis beneran,.. akhirnya terjadi tawar menawar,... dan entah gimana setelah enci-nya ngancem mau nangis akibat penawaran harga-ku dan akupun bilang juga pingin nangis karena harus melepaskan sepatu jenius itu,.. tiba-tiba terjadi kesepakatan harga.. dan sepatu berpindah tangan..
Sekarang tinggal cari moment untuk pakai sepatu baru :D
Showing posts with label Best kept secret. Show all posts
Showing posts with label Best kept secret. Show all posts
Sunday, April 12, 2009
Monday, April 7, 2008
Factorij Batavia in 1930's
.jpg)
sabtoe, 5 april 2008,.. berjalan-jalan ke masa lalu, ke masa Factorij Batavia tahun 1930..
Dalam event 'Nightime Journey at Museum' yg diselenggarakan oleh komunitas jelajah budaya. Acara jalan malam hari ini di isi dengan program acara seperti, gala dinner, walking tour museum, live music, layar tantjep, dll. Acara dimulai jam stengah 7, tapi -dengan alasan klasik, hujan dan macet- kami baru tiba satu jam kemudian,..
Sehingga setibanya di museum,.. welcome drinks sudah tidak tersisa, layar tantjep film tempoe doeloe juga sudah habis, rekonstruksi kasir tjina bubar.. dan semua orang sudah duduk di hall menikmati rijstafle dinner mereka..
Sebagai usaha untuk tetap optimis, aku berpikir: 'Yahh, setidaknya tidak ada antrian pada loket registrasi'..
segera setelah kami menemukan satu-satunya meja yang tersisa, dengan pemandangan ke taman, namun terblokir sama sekali dr live moesic di atas panggung,.. Tapi kami siap menikmati 'Rijstafle Dinner', yang ternyata adalah nama keren untuk 'berbagai lauk yang disajikan dengan nasi'.
Sedangkan 'berbagai lauk' diterjemahkan bebas oleh pihak penyelenggara sebagai-ayam goreng-perkedel-sup-sambal-kerupuk..
Yang unik mungkin adalah cara menyajikannya, karena setiap lauk memiliki 1 dedicated waiter/waitres-nya sendiri. dan lauk-lauk ini berkeliling ke setiap meja dan berbaris menunggu giliran untuk disuguhkan kepada setiap pengunjung, sebelum kembali berkeliling di hall hingga setiap pengunjung telah mendapatkan rijstafel dinner mereka.
Pada jam 20.15 acara walking tour museum di mulai. kami pun bergabung dengan rombongan pin-merah. Sementara mbak Meimei, sang tourguide-wati, menjelaskan berbagai kisah di balik setiap jengkal bangunan mulai dari dinding, lantai, lukisan, meja makan, wadah gula, gagang pintu, dan karpet yg ada di museum, para peserta sibuk membuat kenangan dengan kamera mereka.
Mbak Meimei tampak sedikit was-was berada di bangunan tua ini, sebelum masuk kesebuah ruangan ia cenderung mengetuk pintu dahulu dan mengucapkan 'Assalamualainkum' dan sekali waktu ia berkata ia tidak suka berada di depan rombongan-(namun apa daya, tanggung jawab profesi!). Untungnya ketakutannya tidak ditularkan ke pengunjung!
Sambil mengikuti mbak Meimei berkeliling museum mataku yang terbiasa dengan segala sesuatu yang compact dan praktis ini tergelitik dengan berbagai potensi museum ini, setiap pojok dan celah bangunan museum tampak indah dan unik, dengan lantai mosaic, langit2 yang tinggi, lubang angin yg membuat lekuk2 unik, mebel-mebel tua yang entah bagaimana bertahan hingga saat ini, bahkan warna pintu dan kursi-kursinya seakan memohon untuk dimanfaatkan dan dianiaya untuk tujuan komersial… Seseorang seharusnya syuting film disini, atau mengadakan photo session, atau acara gala dinner dengan tema retro..atau apapun yg dapat memanfaatkan detail-detil megah peninggalan VOC ini...
Pada saat ini praktis aku sudah tidak menyimak lagi kata-kata mbak Meimei,.. karena sibuk berpose dan berfoto di setiap pojok museum. Bahkan beberapa kali tertinggal dari rombongan sehingga beberapa kali harus menebak-nebak kearah mana rombongan pin-merah pergi. Kadang berlari-lari di hal kosong atau mengendap-endap meyebrang lorong yang gelap, sambil berharap semoga tidak ada adegan dari film horor yang menjadi nyata.
Dan untungnya tidak ada :p
Setelah mengitari museum sampai ke lubang angin dan atap teratas museum yang menawarkan pemandangan lampu-lampu mobil dan perumahan Jakarta, kami kembali turun dengan lift ke hall dimana poffertjes dan minuman jahe apel sudah menunggu di meja.. ummmm,.. ada yg salah dengan resepnya,.. gak terlalu enak :(
Dan live moesic kembali berdendang.. juga quiz-quiz di lemparkan untuk membagikan merchandise.. pada saat ini kami mulai bosan dan memutuskan untuk pulang. Beberapa jepretan kamera kemudian, akhirnya kami benar-benar meninggalkan museum.
Lain kali kalau pergi lagi, harus ingat check-list ini:
1. Spooky toilet, jadi bawalah teman ke toilet, dan bawa tissue dan sabun cuci tangan sendiri. *Kalau-kalau..*
2. AC di museum hampir tidak ada, jadi sekali lagi bawa tissue! dan oil-blotting-paper.
3. ingat untuk bawa kamera
4. Kenakan pakaian klasik atau retro-jadi hasil photonya nanti gak keliatan kaya turis,..tapi menyatu dengan latar museum
5. Warna putih akan tampak kontras dengan latar museum
6. kalau pergi di malam hari pencahayaan di museum akan jadi masalah. Sedangkan bagian-bagian gedung yang berAC sangat terbatas dan blitz akan membuat wajah tampak pucat.
7. Jangan terburu2, siapkan waktu yg panjang, ada dua hal yg harus dilakukan disini yaitu photo dan belajar sejarah gedung museum ini. Dan buru-buru mungkin mengahalangi hasil photo yang indah dan mencegah penyerapan sejarah gedung ini sepenuhnya.
8. sabar.. sesi photo yang dilakukan professional photographer biasanya lebih dari 20 take untuk setiap pose.
Say cheese!!
Sunday, March 16, 2008
Playground di Senayan
Setelah berkali-kali bilang “iya”, “ikutan”, “mau” dan “yuuk”,..
juga berkali-kali bilang, “gak jadi”, “ntar aja” dan “kapan-kapan”..
Hingga diultimatum “lain kali tidak akan diajak lagi!”
Hari sabtu pagi, akhirnya merelakan diri dibawa pergi ke senayan untuk ‘Bergerak’
"Lari di stadion", katanya..
setengah menyeret tubuh untuk ganti baju dan naik ke mobil
berusaha ikhlas untuk berolah raga pagi di senayan.
Tiba disana.. sudah lebih melek,
berkat rumpi dan gossip di sepanjang perjalanan.
Matahari menyengat...
panasss.. bagaikan ada kompor di depan wajah >_<
pakai payung akan mengganggu gerak,
topi merusak tatanan rambut..
tidak ada pilihan...
Hari ini memang harus menantang matahari!!
bye-bye kulit indah, mulus, seputih kapas…
senjata satu2nya hanya sunblock 40 SPF-(setidaknya berguna untuk mencegah penuaan dini).
menapakkan kaki di depan stadion, ada briefing kilat dr yosa,-(the-brother-who-claims-to-feel-faboulous-after-every-run)
“kita akan berjalan 1 kali putaran dan lari 3 kali putaran stadion”...(>_<, ouuchh!!)
“dengan keliling lingkar dalam stadion adalah kurang lebih 1 km”
“sedangkan keliling lingkar luar kurang lebih 2km”
kemudian dilakukan voting untuk memilih antara lingkar luar vs. lingkar dalam..
Namun kalah suara dengan 1 suara (panik milikku) vs. 2 suara (milik mama & Yosa). Diputuskan untuk berlari di lingkar luar.
ya sudah,.. 2km x 4 = 8km,.. sebelum jam 8 pagi..
hati kecilku berteriak... -"terlaluuuuu pagiiiii!", "terlaluuuuu jauuuuuhh", “they are punishing me for something!”-
sambil jalan cepat untuk pemanasan, aku berbincang dengan diri sendiri, untuk menenangkan diri..
"hey, dirimu ini masih muda, kalo kakek-kakek itu aja bisa?"
"seberapa susah sih? 8km?" " lagipula 2km-nya jalan, jadi sebenernya cuma 6km!"
"ayo, jangan manja!"
dan bahkan sebelum satu putaran, -karena bosan berjalan beriringan dengan para manula-, dan excitement yang meningkat, akhirnya memutuskan untuk mulai berlari..
tapi..
jauh dibawah ekspektasi, ternyata darah muda ini, tak sanggup berlari jauh..
setelah kira-kira 30 meter, kaki mau copot rasanya, nafas tersenggal-senggal, dan beberapa cuplikan kisah hidup mulai berkelibatan di depan mata..
jadi karena inkompetensi diri untuk berlari secara terus menerus
akhirnya memutuskan menggunakan metode interval dengan sedikit variasi..
yaitu:
hanya berlari di tempat yang terik dan berjalan sambil bernafas kembali ditempat teduh..

beberapa kali mampu melampaui para manula,…
beberapa kali disalip manula..
o life, kadang didepan kadang dibelakang…
lagipula hari ini cukup beruntung, karena tempat yang teduh lebih banyak dibanding tempat yg terik, hweeehehehee..
setelah 2 putaran.. acara lari pun berubah menjadi photo session :p,
of course!!
Yang mengejutkan, berlari sambil di photo ternyata jauh lebih ringan, lebih bersemangat bahkan menyenangkan..
Tanpa terasa putaran ke 4 pun terselesaikan,..
Sambil berjalan untuk pendinginan, terlihat sebuah tempat olahraga yang tampak seperti playground …..
Ada 3 buah alat, mungkin untuk melatih otot tangan, gak tau namanya apa,..
yg pertama tampak seperti dua buah besi sejajar, -(seperti yg di film-film, kalo jagoannya terkena cedera tulang belakang, kemudian harus belajar berjalan lagi karena mau ikut turnamen lari international, or something like that, lah..)-
So, memutuskan untuk mencoba.. hop melompat dan
See my moves..

Yang ini, seperti tangga yg dipasang horizontal –(seperti mainan di taman kompleks perumahan, cuma yg ini jauh lebih tinggi), ..and i'm just hangin ^_^

it was so fun that I want to comeback next time-(even if there’s no photo session involved)
so fun sehingga sempat memanjatkan puja dan puji syukur pada pemerintah!
Bersyukur atas uang pajak yang dapat dinikmati hasilnya,
disalurkan untuk alat olahraga yang menyenangkan, dan..
gratis pula..
well, kalo next time kebetulan lagi lari pagi di senayan,.. I recommend u try spending sometime here… it really is best kept secret in Senayan!
may you have your fun in the sun !
juga berkali-kali bilang, “gak jadi”, “ntar aja” dan “kapan-kapan”..
Hingga diultimatum “lain kali tidak akan diajak lagi!”
Hari sabtu pagi, akhirnya merelakan diri dibawa pergi ke senayan untuk ‘Bergerak’
"Lari di stadion", katanya..
setengah menyeret tubuh untuk ganti baju dan naik ke mobil
berusaha ikhlas untuk berolah raga pagi di senayan.
Tiba disana.. sudah lebih melek,
berkat rumpi dan gossip di sepanjang perjalanan.
Matahari menyengat...
panasss.. bagaikan ada kompor di depan wajah >_<
pakai payung akan mengganggu gerak,
topi merusak tatanan rambut..
tidak ada pilihan...
Hari ini memang harus menantang matahari!!
bye-bye kulit indah, mulus, seputih kapas…
senjata satu2nya hanya sunblock 40 SPF-(setidaknya berguna untuk mencegah penuaan dini).
menapakkan kaki di depan stadion, ada briefing kilat dr yosa,-(the-brother-who-claims-to-feel-faboulous-after-every-run)
“kita akan berjalan 1 kali putaran dan lari 3 kali putaran stadion”...(>_<, ouuchh!!)
“dengan keliling lingkar dalam stadion adalah kurang lebih 1 km”
“sedangkan keliling lingkar luar kurang lebih 2km”
kemudian dilakukan voting untuk memilih antara lingkar luar vs. lingkar dalam..
Namun kalah suara dengan 1 suara (panik milikku) vs. 2 suara (milik mama & Yosa). Diputuskan untuk berlari di lingkar luar.
ya sudah,.. 2km x 4 = 8km,.. sebelum jam 8 pagi..
hati kecilku berteriak... -"terlaluuuuu pagiiiii!", "terlaluuuuu jauuuuuhh", “they are punishing me for something!”-
sambil jalan cepat untuk pemanasan, aku berbincang dengan diri sendiri, untuk menenangkan diri..
"hey, dirimu ini masih muda, kalo kakek-kakek itu aja bisa?"
"seberapa susah sih? 8km?" " lagipula 2km-nya jalan, jadi sebenernya cuma 6km!"
"ayo, jangan manja!"
dan bahkan sebelum satu putaran, -karena bosan berjalan beriringan dengan para manula-, dan excitement yang meningkat, akhirnya memutuskan untuk mulai berlari..
tapi..
jauh dibawah ekspektasi, ternyata darah muda ini, tak sanggup berlari jauh..
setelah kira-kira 30 meter, kaki mau copot rasanya, nafas tersenggal-senggal, dan beberapa cuplikan kisah hidup mulai berkelibatan di depan mata..
jadi karena inkompetensi diri untuk berlari secara terus menerus
akhirnya memutuskan menggunakan metode interval dengan sedikit variasi..
yaitu:
hanya berlari di tempat yang terik dan berjalan sambil bernafas kembali ditempat teduh..

beberapa kali mampu melampaui para manula,…
beberapa kali disalip manula..
o life, kadang didepan kadang dibelakang…
lagipula hari ini cukup beruntung, karena tempat yang teduh lebih banyak dibanding tempat yg terik, hweeehehehee..
setelah 2 putaran.. acara lari pun berubah menjadi photo session :p,
of course!!
Yang mengejutkan, berlari sambil di photo ternyata jauh lebih ringan, lebih bersemangat bahkan menyenangkan..
Tanpa terasa putaran ke 4 pun terselesaikan,..
Sambil berjalan untuk pendinginan, terlihat sebuah tempat olahraga yang tampak seperti playground …..
Ada 3 buah alat, mungkin untuk melatih otot tangan, gak tau namanya apa,..
yg pertama tampak seperti dua buah besi sejajar, -(seperti yg di film-film, kalo jagoannya terkena cedera tulang belakang, kemudian harus belajar berjalan lagi karena mau ikut turnamen lari international, or something like that, lah..)-
So, memutuskan untuk mencoba.. hop melompat dan
See my moves..

Yang ini, seperti tangga yg dipasang horizontal –(seperti mainan di taman kompleks perumahan, cuma yg ini jauh lebih tinggi), ..and i'm just hangin ^_^

it was so fun that I want to comeback next time-(even if there’s no photo session involved)
so fun sehingga sempat memanjatkan puja dan puji syukur pada pemerintah!
Bersyukur atas uang pajak yang dapat dinikmati hasilnya,
disalurkan untuk alat olahraga yang menyenangkan, dan..
gratis pula..
well, kalo next time kebetulan lagi lari pagi di senayan,.. I recommend u try spending sometime here… it really is best kept secret in Senayan!
may you have your fun in the sun !
Subscribe to:
Posts (Atom)